Setelah hampir 36 tahun berdiri, saat ini Tugu Kujang tidak lagi sendiri. 10 tiang berukuran besar membentuk 9 pintu dalam keadaan terbuka berdiri megah menemani keberadaan Tugu Kujang. Tepas Lawang Salapan Dasakerta, demikian sebutannya.
Tepas sendiri memiliki arti teras atau beranda dari warga Sunda yang senantiasa terbuka menyambut siapapun yang akan datang berkunjung. Sejalan dengan dibangunnya agar menjadi pelataran tempat berkumpul dan ruang terbuka untuk umum.
Minggu, 19 Februari 2017
Minggu, 27 Maret 2016
Satu April..Satu Arah
Setelah sekian lama mungkin sejak jalan Suryakencana diubah menjadi satu jalur, tanggal 1 April ini merupakan perubahan satu jalur yang terbesar yang kembali akan terjadi di kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor sudah memastikan bahwa mulai tanggal 1 April dan 4 hari kedepan merupakan masa uji coba pemberlakuannya sistem satu arah. Sistem satu arah ini ini akan diberlakukan searah puratan jarum jam seputaran Kebun Raya Bogor. 4 hari masa uji coba ini sengaja dilakukan mulai hari Jumat hingga Senin yang diperkirakan memiliki volume kendaraan yang padat, dan akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui kelemahan dari sitem ini yang akan dilakukan ini.
Rabu, 24 Februari 2016
Pesta Rakyat Bogor, Cap Go Meh 2016
Senin 22 Februari 2016, Bogor kembali menggeliat. Di pusat nadi perdagangan kota ini, tepatnya berada di ujung jalan Suryakencana, yang dulunya merupakan salah satu ruas jalan dari Jalan Pos Daendels, kembali diadakan Pesta Rakyat Bogor, Cap Go Meh 2016.Sejak masa kolonial, perarakan ini dipercaya sudah diadakan, dan dulunya terbatas hanya untuk komunitas Tionghoa, dan selalu dilakukan dihadapan pejabat di depan Istana Bogor, baru kemudian dilakukan
Rabu, 25 November 2015
Bukit Kapur Ciampea
Bogor bagian barat selalu saja menarik perhatian saya. Menginjakkan kaki disana selalu membawa angan saya terbang entah kemana, memunculkan banyak pertanyaan yang mungkin tidak akan pernah bisa dijawab. Seperti halnya bukit kapur ini, yang berdiri gagah disisi jalan menuju kearah leuwiliang. Sangat mudah untuk ditemui, sangat mudah untuk dapat dilihat keberadaannya, karena bila menuju ke arah leuwiliang, selepas kampus ipb dramaga, mustahil kita Senin, 23 November 2015
Underpass penyeberangan
Bagi orang Bogor yang sudah lama meninggalkan kota ini, mungkin akan sedikit tidak percaya bila dikatakan bahwa Bogor sekarang memiliki underpass untuk penyeberangan pejalan kaki. Karena memang jaman saya sekolah dulu, jangankan jembatan penyeberangan, lampu merahpun bisa dihitung yang ada di kota ini. Namun dengan perkembangan penduduk serta jumlah kendaraan, kondisi lalu lintas Bogor sudah jauh berbeda dengan dahulu. Entah apa jadinya jalan Suryakencana kalau Minggu, 22 November 2015
Museum Etnobotani Indonesia
Jumat, 20 November 2015
Gedung Blenong
"Pah, itu rumah siapa sih? koq bentuknya kaya kepala botak?". Mungkin itu salah satu faktor yang membuat saya ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang kota ini. Pertanyaan yang diajukan oleh putri saya saat duduk di taman kanak-kanak ini mungkin menjadi salah satu pemacu bagi saya untuk bergerak lebih banyak di kota ini. Sampai akhirnya saya bisa tiba, persis didepan gedung yang sempat menjadi tanda tanya besar bagi putri saya. Mungkin dia sendiri sudahJumat, 13 November 2015
Naturejazz photo contest..the result
Walau terlambat satu hari dari yang diperkirakan, akhirnya hasil dari Naturejazz Photo Contest ini bisa didapat.
Peserta yang ikut diperbolehkan untuk membawa pulang hasil karyanya, peserta diharuskan mengirimkan kembali paling lambat tanggal 3 November 2015 pada pukul 21.00. Tidak semua dari peserta mengumpulkan hasil karyanya. Dan dari semua hasil yang
Minggu, 08 November 2015
Museum Perjoangan Bogor
Kisah tentang Bogor juga tidak lepas dari masa penjajahan Belanda maupun Jepang. Rakyat Bogor pun ikut berjuang baik dalam merebut maupun mempertahankan kemerdekaan. Di gedung yang terletak di dekat terminal angkutan kota serta sebuah pusat perbelanjaan yang cukup besar, ditambah berada di salah satu urat nadi perekonominan Bogor, gedung ini seakan terkucil, menyendiri dengan beragam cerita yang sebenarnya sangat layak untuk diketahui
Kamis, 05 November 2015
Naturejazz Photo Contest @ Bogor Jazz Reunion 2015
Untuk pertama kalinya, pada gelaran ke-4 Bogor Jazz Reunion ini diadakan photo contest. Phototour sebagai penggagas acara ini bermaksudkan untuk mengajak para peserta terutama para penggiat dunia fotografi untuk dapat mengambil gambar suasana pada acara Bogor Jazz Reunion 2015 itu sendiri. Ditambah keberadaan Kebun Raya Bogor sebagai venue kegiatan, tentunya dapat menambah menarik obyek foto yang dapat dihasilkan. Dengan menggabungkan antara pagelaran musik, fotografi dan keharmonisan alam, Naturejazz Photo Contest ini akhirnya diadakan.
3 orang yang ahli dibidangnya dipilih menjadi juri pada gelaran ini. Arbain Rambey selaku
3 orang yang ahli dibidangnya dipilih menjadi juri pada gelaran ini. Arbain Rambey selaku
Bogor Jazz Reunion 2015..keagungan dalam kesederhanaan
Setelah 3 kali diselenggarakan di SKI Katulampa, Bogor Jazz Reunion ke-4 tahun ini digelar di lokasi yang menjadi ikon bagi Kota Bogor, Kebun Raya Bogor. Moksa Activation sebagai penggagas acara ini kembali menyelenggarakan acara tahunan ini dan tahun ini mengusung tema "Respect The Nature". Tema yang begitu tepat untuk digadang-gadangkan, selain karena lokasi yang digunakan merupakan salah satu paru-paru bagi Kota Bogor , juga mengingat semakin banyak orang yang sudah tidak menunjukkan rasa respect pada alam. Berada tepat dibelakang Museum Zoologi, dan berada tidak jauh dari Istana Bogor, acara ini semakin menunjukkan getar dimana Selasa, 27 Oktober 2015
Naturejazz Photo Contest at Bogor Jazz Reunion 2015
Sebagai
salah satu media partner, matabogor kali ini mengangkat event photo contest,
yaitu NatureJazz photo contest yang akan diadakan bersamaan dengan gelaran
Bogor Jazz Reunion yang akan diadakan di Kebun Raya Bogor tanggal 31 Oktober
2015.
Rabu, 23 September 2015
Keagungan yang tersisa..Wisma Suryakancana
Hampir dapat dipastikan, bahwa setiap kota di negara ini berkembang sesuai jamannya. Berbagai kenangan yang dulunya melekat, seakan hilang dari pandangan seiring berjalannya waktu. Demikian juga dengan Bogor, perubahan seperti berlari kencang meninggalkan segala kenangan tertinggal di belakang. Bagi yang sudah cukup lama meninggalkan kota ini, tentunya merasakan perubahan yang cukup signifikan di kota ini. Salah satu kenangan saya tertuju pada satu ruas
Senin, 21 September 2015
Pesona musim gugur
Pohon, mungkin memang sudah menjadi takdir bagi Bogor untuk tidak lepas dari pohon. Pohon sudah seakan menjadi ikon tersendiri bagi kota ini. Bahkan selepas dari tol jagorawi, tidak jauh kita langsung akan berhadapan dengan kebun raya yang notabene merupakan tempat tumbuh ribuan pohon yang tetap dijaga keberadaannya sampai sekarang.
Dan berada diseberang kebun raya, tepatnya berada didepan pintu 4
Selasa, 18 Agustus 2015
Senin, 06 Juli 2015
Landhuis Dramaga
informasi lokasi ini pertama saya dengar dari penjaga Mouseleum Van Motman. Menurut Pak Ucu, di area kampus IPB Dramaga masih terdapat rumah peristirahatan dari keluarga Van Motman yang sampai sekarang masih berdiri. Dari informasi itu, saya cari kebenarannya. Dan akhirnya dari informasi yang saya dapat dari beberapa teman, ternyata memang keberadaan bangunan itu masih ada. Tanpa ragu, akhirnya saya langkahkan kaki menuju lokasi disana.Minggu, 05 Juli 2015
Jajanan khas berbuka puasa
Memang benar apa yang banyak orang katakan, bahwa kenangan yang paling indah untuk diingat adalah kenangan saat kita masih kecil dulu. Saat segalanya seperti belum ada beban apapun. Hari demi hari hanya dihabiskan untuk kesenangan. Segala yang indah, lucu, konyol, bagkan kebodohanpun bisa menjadi bahan cerita maupun tertawaan di jaman sekarang.
Selasa, 30 Juni 2015
Ramadhan Food Truck Festival 2015
Bulan Ramadhan ini tidak menyurutkan semangat untuk berkarya
bagi warga Bogor. Bertempat di lapangan
Sempur, Moksa Activation menggelar “ Ramadhan Food Truck Festival ‘15 ”. Dari tanggal 29
Juni – 3 Juli 2015, berbagai makanan digelar disana .Beberapa mobil terparkir
untuk melayani mereka yang kebetulan datang kesana.
Lapangan Sempur sendiri kerap digunakan warga Bogor untuk
melakukan berbagai
Minggu, 28 Juni 2015
Gunung Gadung..pemakaman etnis Tionghoa
Sebenarnya lokasi ini terletak tidak terlalu jauh dari rumah orang tua saya. Namun baru akhir-akhir ini saja terbersit dikepala saya untuk mendatangi tempat itu. Besarnya dorongan untuk mengenang masa kecil, saat bersepeda dari rumah menuju kesana, untuk kemudian bermain petak umpet, perang nama, atau hanya sekedar menghabiskan waktu disana, menguatkan hati saya untuk mendatangi tempat yang mungkin sudah puluhan tahun tidak saya datangi. Dan kembali terbayang diingatan saya, saat kebetulan sedang berpapasan dengan rombongan yang akan menguburkan keluarganya, saya pasti langsung kayuh sepeda bersama teman-teman mengikuti iring-iringan mobil yang berjumlah sangat banyak.
Berlokasi tidak jauh dari Istana Batutulis, mengambil jalan ke arah Cipaku, tempat ini sangat mudah untuk ditemukan. Gunung Gadung, demikian banyak orang mengenal tempat ini.
Kamis, 25 Juni 2015
Gunung Salak..dari sisi yang lain
Gunung Salak memang tidak bisa lepas dari Bogor. Gunung ini begitu lekat dengan Bogor. Pada saat cuaca sedang baik, dimana saja kita berada di Bogor, selalu bisa melihat gunung ini. Bahkan di pagi hari, saat polusi belum terlalu berkuasa di sekitar Jakarta, dari ibukota negara pun bisa melihat keberadaan gunung purba ini. Terutama setelah gunung ini pun masuk menjadi salah satu lambang bagi kota ini, Gunung Salak semakin menjadi ikon Bogor.
Langganan:
Postingan (Atom)








