Minggu, 27 Maret 2016

Satu April..Satu Arah


Setelah sekian lama mungkin sejak jalan Suryakencana diubah menjadi satu jalur, tanggal 1 April ini merupakan perubahan satu jalur yang terbesar yang kembali akan terjadi di kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor sudah memastikan bahwa mulai tanggal 1 April dan 4 hari kedepan merupakan masa uji coba pemberlakuannya sistem satu arah. Sistem satu arah ini ini akan diberlakukan searah puratan jarum jam seputaran Kebun Raya Bogor. 4 hari masa uji coba ini sengaja dilakukan mulai hari Jumat hingga Senin yang diperkirakan memiliki volume kendaraan yang padat, dan akan dilakukan evaluasi untuk mengetahui kelemahan dari sitem ini yang akan dilakukan ini.

Jalan utama yang mengalami perubahan adalah sepanjang Jalan Ir H juanda, jalan Otista dan jalan Jalak Harupat. Kendaraan yang berasal dari arah Stasiun Bogor, setelah sampai pertigaan Jalan Kapten Muslihat, harus berbelok ke kiri, menuju kearah Balaikota Bogor dan sesampainya di depan Istana Bogor, berbelok ke kanan untuk memasuki Jalan Jalak Harupat. Sementara dari arah Tugu Kujang, mobil hanya bisa melewati Jalan Padjajaran terus ke arah warung jambu, tidak bisa memasuki Jalan Jalak Harupat. Bila ingin menuju ke arah Balaikota Bogor, kendaraan harus berbelok ke Jalan Otista, memasuki kawasan Pasar Bogor, dan meneruskan menuju Jalan Juanda melalui Museum Zoologi.

Hal yang paling berpengaruh dari perubahan sitem satu arah ini selain pengguna kendaraan pribadi, tentunya angkutan kota yang akan mengalami perubahan rute.

Trayek 01 ( Cipinang Gading - Terminal Merdeka ) :
Berangkat :Cipinang Gading-Cipaku-Pahlawan-Empang-Juanda-Paledang-Kapten Muslihat-Term Merdeka.
Pulang: Term Merdeka-Semeru-Mawar-MA Salmun-Mayor Oking-Kapten Muslihat-Dewi Sartika-Gg Mekah-Gedung Sawah-Juanda-Jalak Harupat-Pajajaran-Otista-Suryakencana-Siliwangi-Lawang Gintung-Cipaku-Cipinang Gading

Trayek 02 ( Sukasari-Term Bubulak ) :
Berangkat : Sukasari-Lawang Gintung-Empang-Juanda-Paledang-Kapt Muslihat-Veteran-Gn Batu-Sindang Barang-Jl R1-Term Bubulak.  
Pulang : Term Bubulak-Jl R1-Sindang Barang Pilar-Sindang Barang-Veteran-Perintis Kemerdekaan-Semeru-Mawar-MA Salmun-Mayor Oking-Kapt Muslihat-Juanda-Jalak Harupat-Pajajaran-Otista-Suryakencana-Siliwangi-Sukasari

Trayek 03 ( Baranangsiang-Term Bubulak ) :
Berangkat : Baranangsiang-Bangka-Otista-Juanda-Kapt Muslihat-Veteran-Gn Batu-Sindang Barang-Sindang Barang Pilar-Jl R1-Term Bubulak.  
Pulang : Term Bubulak-Jl R1-Sindang Barang Pilar-Sindang Barang-Gn Batu-Veteran-Perintis Kemerdekaan-Dr Semeru-Mawar-MA Salmun-Mayor Oking-Kapt Muslihat-Dewi Sartika-Gg Mekah-Gedung Sawah-Juanda-Jalak Harupat-Pajajaran-Sambu-Baranangsiang

Trayek 05 ( Cimahpar-Ramayana ) :
Berangkat : Cimahpar- Sancang-Kumbang-Lodaya-Otista-Ramayana.  
Pulang : Ramayana-Juanda-Jalak Harupat-Pangrango-Lodaya-Kumbang-Sancang-Cimahpar

Trayek 06 ( Ciheuleut-Ramayana ) :

Berangkat : Ciheuleut-Pajajaran-Sambu-Bangka-Otista-Ramayana.  
Pulang : Ramayana-Juanda-Jalak Harupat-Pajajaran-Ciheuleut

Trayek 07 ( Ciparigi-Term Merdeka) :
Berangkat : Ciparigi-Jl Raya Pemda-Kd Halang-Simpang Talang-Warung Jambu-Ahmad Yani-Air Mancur-RE Martadinata-Jl Merdeka-Term Merdeka.  
Pulang : Term Merdeka-Dr Semeru-Mawar-Merdeka-Kapt Muslihat-Juanda-Sudirman-Pemuda-Dadali-Warung Jambu-Simpang Talang-Jl Raya Pemda-Kedung Halang-Ciparigi

Trayek 08 ( Warung Jambu-Ramayana ) :
Berangkat : Warung Jambu-Pajajaran-Otista-Ramayana.
Pulang : Ramayana-Juanda-Jalak Harupat-Salak-Pajajaran-warung Jambu

Trayek 09 ( Ciparigi-Sukasari ) :
Berangkat : Ciparigi-Kopem-Kd Halang-Warung Jambu-Pajajaran-Sukasari.  
Pulang : Sukasari-Pajajaran-Warung Jambu-Kd Halang-Kopem-Ciparigi

Trayek 10 ( Bantar Kemang-Term Merdeka ) :
Berangkat : Bantar Kemang-Pajajaran-Siliwangi-Lawang Gintung-Pahlawan-Empang-Juanda-Paledang-Veteran-Perintis Kemerdekaan-Term Merdeka.  
Pulang : Term Merdeka-Semeru-Mawar-MA Salmun-Mayor Oking-Kapt Muslihat-Juanda-Jalak Harupat-Pajajaran-Otista-Suryakencana-Siliwangi-Pajajaran-Bantar Kemang

Trayek 11 ( Pajajaran Indah-Pasar Bogor ) :
Berangkat : Pajajaran Indah-Pajajaran-Sambu-Bangka-Otista-Pasar Bogor.
Pulang : Pasar Bogor-Jl Roda-Gg Aut-Siliwangi-Sukasari III-Pajajaran-Pajajaran Indah

Trayek 13 ( Bantar Kemang-Ramayana ) :
Berangkat : Bantar Kemang-Pajajaran-Sambu-Bangka-Otista-Juanda-Ramayana.  
Pulang : Ramayana-Juanda-Jalak Harupat-Pajajaran-Bantar Kemang

Trayek 21 ( Baranangsiang-Ciawi ) :
Berangkat :  Baranangsiang-Pajajaran (berputar di Tugu Kujang)-Pajajaran-Tajur-Ciawi.  
Pulang : Ciawi-Tajur-Pajajaran-Baranangsiang

Trayek 23 ( Ramayana-Warung Jambu ) :
Berangkat : Ramayana-Juanda-Jalak Harupat-Salak-Taman Kencana-Ceremai-Ceremai Ujung-Pasar Jambu dua-Warung Jambu.
Pulang : Warung Jambu-Achmad Adnawijaya-Simpang Marwan-Kumbang-Lodaya-Pajajaran-Otista-Ramayana

Demikian perubahan jalur angkotan kota yang mencakup 13 trayek di Kota Bogor sehubungan dengan akan diberlakukannya Sistem Satu Arah ini.

Meningkatkan kelancaran arus lalu lintas di ruang jalan lingkar Kebun Raya Bogor serta ruas jalan pendukung, mengurangi atau menghilangkan hambatan penyebab kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, meningkatkan kecepatan lalu lintas serta menghemat waktu perjalanan merupakan manfaat yang diharapkan akan bisa didapatkan dengan diberlakukannya sistem satu arah ini.

Simpang pertemuan antara Jalan Sudirman-Jalan Juanda serta Jalan Jalak Harupat merupakan titik yang saya rasa butuh perhatiaan khusus. Jalan Jalak Harupat pun merupakan jalan yang rawan terjadinya penumpukan kendaraan. Serta Jalan Pajajaran di depan PMI juga saya rasa akan terjadi penumpukan volume kendaraan. Hendaknya, kalau saya boleh saran, tidak ada lagi kendaraan yang bisa berbelok kearah PMI dari arah Tugu Kujang, yang selama ini saya rasa juga menyumbang terhambatnya lalu lintas.Keberadaan pedagang kaki lima disekitar Jalan Otista menuju Pasar Bogor butuh penanganan khusus, supaya perjalanan nantinya akan menjadi lebih nyaman. Pemasangan rambu-rambu baru serta keberadaan petugas dititik-titik yang mengalami perubahan juga akan sangat banyak membantu. Sosialilasi yang sudah cukup banyak dipasang dan digembar-gemborkan baik melalui poster,banner maupun media sosial pun akan banyak membantu untuk mengatasi kekagetan dari para pengguna jalan.

Tentunya pemberlakuan sistem satu arah ini nantinya akan mendapat banyak pro dan kontra dari para pemakai. Tapi hendaknya apa yang sudah dirancang oleh Pemerintah Daerah Kota Bogor ini dapat kita coba dulu bersama, sambil melihat selama 4 hari masa uji coba ini, apakah memang manfaat yang diharapkan diatas dapat terwujud. Mudah-mudahan pemberlakuan sistem ini, akan membawa pengaruh lebih baik terhadap kelancaran lalu lintas di kota ini. (agustinusdandi/matabogor)
 

4 komentar:

  1. Kalo mau ke btm dari merdeka, ada jalur alternatif supaya gak berputar dulu ke otista?

    BalasHapus
  2. Lewat gunung batu kang, pasir kuda, cibalagung, empang..

    BalasHapus
  3. bermanfaat banget bro!
    Kunjungi juga ya anugerahweddings.blogspot.com segala kebutuhan pernikahan ada disini, terlengkap di Bogor! Makasih ^^

    BalasHapus